Seminggu Pulau Kabetan Gelap Gulita, Jemi Yusuf Desak Pemkab dan SPBU Cari Solusi BBM Subsidi
- account_circle Team Redaksi
- calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOLITOLI, Tolisprime.com – Di tengah momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Desa Pulau Kabetan, Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, justru harus menghadapi kondisi memprihatinkan.
Sudah sekitar satu minggu masyarakat di tiga dusun di Pulau Kabetan tidak mendapatkan penerangan listrik pada malam hari. Mesin generator pembangkit listrik yang selama ini menjadi sumber penerangan warga tidak dapat beroperasi karena tidak memperoleh pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Tolitoli dari Partai Golkar, Jemi Yusuf. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dapat segera mencarikan solusi agar kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan tersebut tidak terabaikan.
“Harapan kami pemerintah daerah dan pihak SPBU dapat memperhatikan masyarakat Pulau Kabetan. Jangan sampai masyarakat di wilayah terluar dan perbatasan justru kesulitan mendapatkan BBM yang dibutuhkan untuk menghidupkan generator listrik,” ujar Jemi Yusuf.
Menurutnya, persoalan penerangan bukan sekadar masalah fasilitas, tetapi menyangkut aktivitas masyarakat dan pendidikan anak-anak yang tinggal di pulau tersebut.
Secara administratif, Desa Pulau Kabetan berada di Kecamatan Ogodeide yang merupakan salah satu wilayah terluar dan berbatasan. Pulau tersebut memiliki tiga dusun dengan jumlah penduduk sekitar 1.026 jiwa atau 310 kepala keluarga.
Di pulau itu juga terdapat fasilitas pendidikan berupa satu SMP satu atap, dua sekolah dasar (SD), serta dua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Jemi menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah. Terlebih, ratusan peserta didik di Pulau Kabetan hingga kini disebut belum mendapatkan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program strategis nasional.
“Ratusan peserta didik kita di Pulau Kabetan sampai saat ini belum terlayani Program Makan Bergizi Gratis. Padahal ini merupakan program strategis nasional yang harus dirasakan seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah kepulauan dan perbatasan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah tidak melihat Pulau Kabetan hanya dari sisi geografis sebagai wilayah yang sulit dijangkau, tetapi harus memastikan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan dasar tetap terpenuhi.
Menurut Jemi, persoalan BBM untuk generator listrik harus segera dicarikan mekanisme yang jelas agar tidak kembali terjadi kondisi masyarakat harus hidup tanpa penerangan selama berhari-hari.
“Semoga ada solusi untuk masyarakat Pulau Kabetan dalam mendapatkan BBM bersubsidi guna memberikan penerangan listrik pada malam hari. Begitu juga dengan pelayanan MBG bagi anak-anak kita di sana,” harapnya.
Ia menegaskan, semangat kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk memastikan pembangunan dan pelayanan pemerintah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pulau-pulau terluar Kabupaten Tolitoli.
“Jangan sampai di usia 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, masih ada masyarakat kita yang harus menjalani malam tanpa listrik dan anak-anak yang belum menikmati program pemerintah,” pungkas Jemi Yusuf.***
- Penulis: Team Redaksi
- Editor: Redaksi Tolis Prime






