Harganas ke-33, DPPKB Tolitoli Kampanyekan “Ayah Wajib Hadir
- account_circle Cimok
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Harganas ke-33, DPPKB Tolitoli Kampanyekan “Ayah Wajib Hadir
TOLITOLI – Tolisprime.com Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tolitoli bersama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dengan menggelar upacara yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”.
Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli bersama jajaran organisasi perempuan serta unsur Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kabupaten Tolitoli. Semarak peringatan Harganas juga diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan para Penyuluh KB dan sejumlah instansi terkait sebagai bentuk kebersamaan dalam memperkuat peran keluarga.
Kepala DPPKB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema “Ayah Wajib Hadir” bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata agar para ayah berperan aktif dalam pengasuhan anak.
Menurutnya, seorang ayah tidak hanya bertugas mencari nafkah, tetapi juga harus hadir secara fisik dan emosional dalam setiap proses tumbuh kembang anak. Keterlibatan ayah dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta kestabilan emosi anak di masa depan.
Ia juga menyoroti tantangan keluarga di era digital. Menurutnya, ancaman terbesar terhadap kehangatan keluarga saat ini bukan selalu berasal dari luar, melainkan dari kebiasaan setiap anggota keluarga yang terlalu larut dengan gawai sehingga mengurangi kualitas interaksi di rumah.
Yustiyanto menjelaskan bahwa tema Harganas 2026 membawa sejumlah pesan penting, di antaranya mendorong kehadiran ayah secara utuh dalam pengasuhan anak, memperkuat pola pengasuhan bersama antara ayah dan ibu, serta menegaskan pentingnya peran ayah dalam membangun kesehatan mental, rasa percaya diri, dan perkembangan sosial emosional anak.
Ia menambahkan, berdasarkan Panduan Komunikasi Harganas ke-33 Tahun 2026, tema tersebut diangkat sebagai respons terhadap berbagai tantangan keluarga masa kini, mulai dari perubahan pola interaksi akibat digitalisasi, belum meratanya pembagian peran pengasuhan, hingga persoalan stunting dan perlindungan anak.
“Harganas harus menjadi momentum memperkuat keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ujarnya.
Sabtu (29/6/26)
Lebih lanjut, Yustiyanto menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menyongsong bonus demografi harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pembangunan keluarga, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.
Menurutnya, tujuan utama peringatan Harganas ke-33 adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keluarga merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, diharapkan semakin banyak ayah yang terlibat aktif dalam membangun ikatan emosional dengan anak demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Ia merinci empat tujuan utama Harganas tahun ini, yaitu mendorong kehadiran ayah dalam kehidupan anak, memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng menghadapi berbagai persoalan sosial, mewujudkan keluarga berkualitas melalui delapan fungsi keluarga, serta menjadikan keluarga sebagai pondasi utama dalam mencetak generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.
Menutup sambutannya, Yustiyanto mengajak seluruh masyarakat mengubah cara pandang terhadap keluarga.
“Keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat. Keluarga adalah hulu dari seluruh kebijakan publik dan menjadi awal dari setiap keberhasilan pembangunan nasional. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
- Penulis: Cimok
- Editor: Redaksi Tolis Prime







