Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Daerah » Kementerian Kebudayaan Koordinasi dengan PWI Sulteng, Persiapkan Temu Narasi Syekh Yusuf Al-Makassari

Kementerian Kebudayaan Koordinasi dengan PWI Sulteng, Persiapkan Temu Narasi Syekh Yusuf Al-Makassari

  • account_circle Cimok
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALU ,Tolisprime.com — Direktorat Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, mengunjungi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (13/8/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian survei dan koordinasi di Kota Palu dan Kabupaten Sigi yang berlangsung pada 11–14 Agustus 2026, dalam rangka persiapan kegiatan Temu Narasi: Syekh Yusuf Al-Makassari (SYAM).

Tim Direktorat Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan terdiri atas A. Sulkarnaen, Hafsah, Acmad Iqbball Subbarkah dan Keni Anggraini. Tim tersebut didampingi perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Tengah, Muhammad Dede Al-Fassy.

Kedatangan tim diterima pengurus PWI Sulteng, yakni Sekretaris PWI Sulteng Temu Sutrisno, Wakil Ketua Bidang Organisasi Fery, Divisi Pendidikan Jefrianto dan Divisi Budaya Jamrin AB.

A. Sulkarnaen menjelaskan, survei dan koordinasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan Temu Narasi: Syekh Yusuf Al-Makassari (SYAM). Kegiatan tersebut mencakup koordinasi, diskusi, penjajakan dukungan pelaksanaan, serta penghimpunan informasi dan fasilitasi yang diperlukan di Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus PWI Sulteng memaparkan sejumlah tradisi lisan yang berkembang mengenai sosok Syekh Yusuf Al-Makassari di wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Donggala dan Tawaeli.

Di wilayah Tawaeli, misalnya, berkembang tradisi lisan mengenai seorang mubalig asal Sendana, Mandar, bernama Daeng Kondang atau Bulangisi. Sosok tersebut diyakini masyarakat setempat sebagai salah seorang murid Syekh Yusuf Al-Makassari yang menyebarkan Islam di wilayah Tawaeli pada abad ke-17.

Diskusi kemudian berkembang pada konteks jaringan intelektual Islam yang terbentuk melalui mobilitas manusia di kawasan maritim. Jalur pelayaran Selat Makassar dipandang penting untuk memahami hubungan antara pusat-pusat perdagangan, komunitas Muslim, ulama dan mubalig di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah hingga wilayah utara Sulawesi.

Dalam konteks tersebut, Donggala dan Wani dibahas sebagai bagian penting dari ruang maritim yang menghubungkan kawasan Sulawesi Tengah dengan jaringan pelayaran yang lebih luas. Donggala, yang berada di pesisir Selat Makassar, sejak lama memiliki pelabuhan yang menjadi bagian dari lalu lintas perdagangan dan pelayaran. Dalam perkembangan jaringan pelayaran kolonial, Donggala bahkan menjadi salah satu titik yang menghubungkan jalur Makassar dan Manado.

Sementara Wani, yang berada di kawasan Teluk Palu, menjadi pelabuhan penting yang menghubungkan jalur maritim Selat Makassar dengan wilayah pedalaman dan permukiman di sekitar Teluk Palu. Keberadaan komunitas pedagang dan ulama dari luar daerah di Wani menunjukkan bahwa pelabuhan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang ekonomi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan sosial dan keagamaan. Penelitian mengenai jaringan orang Arab di Teluk Palu, misalnya, mencatat keberadaan komunitas Arab di Wani sejak pertengahan abad ke-19. Mereka datang sebagai pedagang dan sebagian juga berperan dalam penyebaran ajaran Islam.

Dengan posisi tersebut, Donggala dan Wani dapat dilihat sebagai simpul penghubung dalam jaringan maritim yang mempertemukan jalur Makassar dan Manado dengan kawasan Teluk Palu. Posisi geografis dan aktivitas pelabuhan tersebut membuka ruang bagi mobilitas bukan hanya komoditas, tetapi juga orang, pengetahuan, gagasan keagamaan dan jaringan intelektual Islam.

Dalam diskusi tersebut, konteks jalur maritim ini kemudian dikaitkan dengan kemungkinan menelusuri hubungan intelektual dan keagamaan yang lebih luas di sekitar jaringan Syekh Yusuf Al-Makassari. Dengan demikian, pembahasan mengenai Syekh Yusuf tidak hanya ditempatkan dalam batas-batas wilayah administratif saat ini, tetapi juga dalam ruang maritim yang memungkinkan berlangsungnya perpindahan ulama, mubalig, pedagang dan komunitas Muslim antarpelabuhan.

Selain itu, pertemuan membahas hubungan antara ajaran tarekat yang dibawa Syekh Yusuf Al-Makassari dengan keberadaan komunitas masyarakat asal Cikoang di Palu dan sekitarnya.

Komunitas Cikoang yang berada di Palu dan sekitarnya, menurut penjelasan dalam pertemuan tersebut, sebagian masih menerapkan ajaran tarekat, di antaranya Khalwatiyah, Naqsabandiyah dan Qadiriyah.

Pihak PWI Sulteng juga menjelaskan mengenai tiga fase penyebaran Islam di Sulawesi Tengah. Fase pertama ditandai dengan kedatangan mubalig asal Minangkabau, Dato Karama. Fase kedua merupakan penyebaran Islam oleh mubalig asal Bugis, Makassar dan Mandar. Sementara fase ketiga ditandai dengan penyebaran Islam oleh Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua, serta berkembangnya organisasi Islam seperti Muhammadiyah.

Paparan mengenai tradisi lisan, jaringan intelektual Islam, jalur pelayaran Selat Makassar, posisi Donggala dan Wani, komunitas Cikoang serta perkembangan tarekat tersebut, menjadi bagian dari penghimpunan informasi dan diskusi untuk mendukung persiapan Temu Narasi: Syekh Yusuf Al-Makassari di Sulawesi Tengah.***

  • Penulis: Cimok
  • Editor: Redaksi Tolis Prime
  • Sumber: PWI SULTENG

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekolah Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Dikenal, Guru Tetap Jadi Kunci Pendidikan Masa Depan

    Sekolah Berbasis Kecerdasan Buatan Mulai Dikenal, Guru Tetap Jadi Kunci Pendidikan Masa Depan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Tolis Prime
    • 0Komentar

    TOLIS PRIME | Pendidikan Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Di berbagai daerah, sekolah dan lembaga pendidikan semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Meski demikian, para praktisi pendidikan menegaskan bahwa kehadiran teknologi tidak […]

  • 510 Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang II TA 2026 Lulus Seleksi Sub Panpus Kodam XXIII/Palaka Wira

    510 Calon Tamtama PK TNI AD Gelombang II TA 2026 Lulus Seleksi Sub Panpus Kodam XXIII/Palaka Wira

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Cimok
    • 0Komentar

    PALU, Tolisprime.com – Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Seleksi Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 mengumumkan kelulusan sekaligus melepas 510 Calon Tamtama PK menuju lembaga pendidikan TNI AD. Kegiatan berlangsung di Markas Yonif 711/Raksatama, Palu, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan dipimpin oleh Asisten Personel (Aspers) Kasdam […]

  • Ratusan Personel Polda Sulteng di Rotasi, Kapolda Tempatkan 116 Anggota di Polres Balut

    Ratusan Personel Polda Sulteng di Rotasi, Kapolda Tempatkan 116 Anggota di Polres Balut

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Team Redaksi
    • 0Komentar

      PALU ,TolisPrime.com – Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri merotasi sebanyak 229 personel yang terdiri dari perwira menengah (pamen), perwira pertama (pama), hingga bintara. Mutasi tersebut juga sekaligus mengisi formasi personel di Polres Banggai Laut yang baru serta mengukuhkan pejabat di lingkungan Polresta Banggai. Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan, rotasi […]

  • Ribuan Warga Hadiri HUT ke-28 BM PAN Tolitoli, Eflin Tegaskan Komitmen “Gerak Cepat Bantu Rakyat”

    Ribuan Warga Hadiri HUT ke-28 BM PAN Tolitoli, Eflin Tegaskan Komitmen “Gerak Cepat Bantu Rakyat”

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Rizal
    • 0Komentar

    TOLITOLI , Tolisprime.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) di Kabupaten Tolitoli berlangsung meriah. Ribuan warga, simpatisan, kader, tokoh masyarakat hingga perwakilan pengurus dari 10 kecamatan turut memadati rangkaian kegiatan yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026. Mengusung semangat besar “Gerak Cepat Bantu Rakyat”, perayaan HUT BM […]

  • SD Negeri Sandana Bersinar di MTQ XXIV Kecamatan Galang, Borong Sejumlah Prestasi Bergengsi

    SD Negeri Sandana Bersinar di MTQ XXIV Kecamatan Galang, Borong Sejumlah Prestasi Bergengsi

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Team Redaksi
    • 0Komentar

    TOLITOLI, TolisPrime.com – Kafilah SD Negeri Sandana kembali mengharumkan nama sekolah dengan menorehkan sederet prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV Tingkat Kecamatan Galang yang digelar di MA Alkhairat Kalangkangan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, pada 16–19 Juni 2026. Ajang yang mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai sekolah di Kecamatan Galang tersebut menjadi panggung bagi siswa-siswi […]

  • Polda Sulteng Alami Penyegaran Organisasi, Sejumlah PJU dan Kapolres Bergan

    Polda Sulteng Alami Penyegaran Organisasi, Sejumlah PJU dan Kapolres Bergan

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Cimok
    • 0Komentar

    PALU – Tolisprime.com Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi jabatan sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram (ST) Kapolri yang diterbitkan oleh SSDM Polri, masing-masing Nomor ST/1336/VI/KEP./2026, ST/1337/VI/KEP./2026, ST/1339/VI/KEP./2026, dan ST/1341/VI/KEP./2026, tertanggal 25 Juni 2026.   Dalam mutasi tersebut, sejumlah Pejabat Utama (PJU) dan Kapolres di jajaran Polda Sulawesi Tengah mendapatkan promosi maupun […]

expand_less