Sekolah Lansia Tangguh Urang Siana Resmi Berdiri, Usia Senja Bukan Alasan Berhenti Berkarya
- account_circle Team Redaksi
- calendar_month 16 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOLITOLI, Tolisprime.com – Usia boleh bertambah, rambut boleh memutih, namun semangat untuk tetap sehat, aktif dan berkarya tidak boleh padam. Pesan itulah yang mengemuka dalam peresmian Sekolah Lansia Tangguh Urang Siana (Bersaudara) yang digagas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Tolitoli.
Peresmian sekolah bagi kelompok lanjut usia tersebut dilaksanakan pada 15 Juli 2026 di Aula Desa Dadakitan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli. Kegiatan ini dihadiri unsur Prokopim, jajaran Dinas DP2KB, Penyuluh KB, perangkat desa, tokoh masyarakat serta para anggota Sekolah Lansia Tangguh.
Sekolah Lansia Tangguh bukan sekadar tempat berkumpul bagi warga lanjut usia. Program ini hadir sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat yang mendorong para lansia untuk tetap aktif, sehat, mandiri, produktif dan bahagia.
Melalui pendidikan, pelatihan serta berbagai kegiatan sosial, para lansia diberikan ruang untuk terus belajar, menjaga kesehatan, mengasah keterampilan sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Program ini juga menjadi salah satu langkah strategis untuk mencegah lansia mengalami kesepian, stres maupun isolasi sosial. Di usia senja, mereka tetap diberi kesempatan untuk berinteraksi, berbagi pengalaman dan mengambil peran dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Lansia Tangguh mengedepankan pendekatan 7 dimensi ketangguhan, yakni dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, profesional-vokasional dan lingkungan.
Berbagai kegiatan dirancang untuk mendukung tujuan tersebut, mulai dari senam lansia, penyuluhan kesehatan, pembelajaran dan keterampilan, pembinaan mental serta spiritual, hingga kegiatan sosial dan rekreasi.
Dari program tersebut, para peserta diharapkan memperoleh manfaat nyata, mulai dari kesehatan yang lebih terjaga, bertambahnya pengetahuan, meningkatnya kepercayaan diri, semakin eratnya silaturahmi, hingga tumbuhnya kebahagiaan dan rasa percaya diri.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tolitoli menegaskan bahwa meningkatnya angka harapan hidup merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan.
Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus dibarengi dengan tanggung jawab bersama untuk memastikan para lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.
“Meningkatnya angka harapan hidup merupakan sebuah keberhasilan pembangunan. Namun, keberhasilan tersebut juga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa para lanjut usia dapat menjalani kehidupan yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.
Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan, gizi dan kebugaran, tetapi juga memperoleh ruang untuk saling berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi dan tetap mengambil bagian dalam kehidupan keluarga serta masyarakat.
Program tersebut juga memberikan perhatian terhadap pencegahan berbagai penyakit degeneratif yang rentan dialami lansia, seperti hipertensi, diabetes dan osteoporosis. Edukasi nutrisi serta aktivitas fisik melalui senam khusus lansia menjadi bagian penting dari kegiatan.
Tidak berhenti pada aspek kesehatan, Sekolah Lansia juga mendorong kemandirian melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan agar para lansia tetap memiliki aktivitas positif dan produktif.
Kadis DP2KB menegaskan, keberadaan lansia harus dipandang sebagai bagian penting dari kekuatan keluarga dan masyarakat.
Para lansia dinilai memiliki pengalaman, pengetahuan dan kebijaksanaan yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Lansia adalah sumber kebijaksanaan, teladan dan pengalaman yang sangat berharga bagi generasi muda. Oleh karena itu, keberadaan mereka harus terus dihargai, diberdayakan dan didukung agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik,” katanya.
Untuk memastikan program tersebut berjalan maksimal, Dinas DP2KB menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan Sekolah Lansia Tangguh sebagai bagian dari pembangunan keluarga berkualitas sepanjang siklus kehidupan.
Keberhasilan program, kata dia, tidak semata-mata diukur dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan. Lebih jauh, keberhasilan harus terlihat dari meningkatnya pengetahuan, kesehatan, kemandirian dan kebahagiaan para lansia.
Di hadapan para anggota Sekolah Lansia Tangguh, Kadis DP2KB juga mengajak seluruh peserta mengikuti setiap kegiatan dengan penuh semangat.
Sekolah Lansia diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga kesehatan, bersosialisasi, berbagi pengalaman dan terus mengembangkan potensi diri.
“Jadikan sekolah lansia sebagai tempat belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan serta terus mengembangkan potensi diri. Semangat untuk belajar tidak mengenal batas usia,” pesannya.
Dengan hadirnya Sekolah Lansia Tangguh Urang Siana, usia senja diharapkan bukan lagi dipandang sebagai masa untuk berhenti beraktivitas. Sebaliknya, masa tua dapat menjadi fase kehidupan yang tetap penuh semangat, persaudaraan, kesehatan dan makna.
Sebab, menjadi tua adalah kepastian. Tetapi menjadi tua dengan sehat, mandiri, bahagia dan tetap bermanfaat adalah pilihan yang harus diperjuangkan bersama.***
- Penulis: Team Redaksi
- Editor: Redaksi Tolis Prime





