Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Daerah » Harganas ke-33 di Tolitoli: “Ayah Wajib Hadir,” Bukan Sekadar Pencari Nafkah

Harganas ke-33 di Tolitoli: “Ayah Wajib Hadir,” Bukan Sekadar Pencari Nafkah

  • account_circle Team Redaksi
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tolitoli bersama Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) tersebut digelar serentak dengan peringatan Harganas di berbagai daerah di Indonesia.

Upacara peringatan Harganas ke-33 itu turut dihadiri langsung Ketua DPRD Kabupaten Tolitoli bersama jajaran ibu-ibu Organisasi Prokopim Kabupaten Tolitoli.

Tak hanya upacara, peringatan Harganas di Tolitoli juga diramaikan dengan berbagai kegiatan dan perlombaan yang melibatkan para Penyuluh KB bersama sejumlah instansi terkait. Suasana penuh kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan keluarga bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tolitoli, Yustiyanto Bantilan, S.Kom., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa tema “Ayah Wajib Hadir” memiliki pesan yang sangat kuat bagi kehidupan keluarga.

Menurutnya, peran ayah dalam rumah tangga tidak boleh hanya dimaknai sebagai mesin pencari nafkah. Lebih dari itu, ayah harus hadir dalam proses pengasuhan, pendidikan, pembentukan karakter, serta perkembangan emosional anak.

“Kehadiran ayah bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan materi. Keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan anak menjadi faktor penting dalam pembentukan kepribadian dan kestabilan emosi anak di masa mendatang,” tegas Yustiyanto.

Ia bahkan mengingatkan bahwa salah satu tantangan terbesar kehangatan keluarga saat ini justru dapat berasal dari benda kecil yang hampir selalu berada dalam genggaman.

“Musuh terbesar yang mengancam kehangatan di dalam rumah kita sering kali bukanlah orang asing, melainkan sebuah benda kecil berlayar kaca yang ada dalam genggaman kita,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi terhadap perubahan pola interaksi keluarga di tengah derasnya perkembangan teknologi dan digitalisasi. Kehadiran fisik dalam satu rumah tidak selalu berarti hadir secara emosional apabila masing-masing anggota keluarga sibuk dengan perangkat digitalnya.

 

Yustiyanto menjelaskan, tema Harganas ke-33 menekankan sejumlah pesan penting. Pertama, mendorong kehadiran ayah secara fisik dan emosional dalam kehidupan anak sejak usia dini.

Kedua, pengasuhan anak harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Keduanya harus menjadi satu tim dalam membangun keluarga.

Ketiga, keterlibatan ayah sangat penting dalam perkembangan sosial dan emosional, kesehatan mental, serta rasa percaya diri anak.

“Pengasuhan bukan hanya tugas ibu. Ayah dan ibu harus hadir bersama sebagai satu tim dalam membesarkan dan membentuk karakter anak,” kata Yustiyanto.

Ia mengatakan, berdasarkan Panduan Komunikasi Harganas ke-33 Tahun 2026, tema “Ayah Wajib Hadir” menjadi payung kampanye yang menekankan pentingnya kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional.

Ayah, kata dia, tidak hanya dipandang sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai figur yang memberikan rasa aman, mendampingi anak, serta terlibat dalam proses tumbuh kembangnya.

Pesan tersebut dinilai semakin relevan di tengah berbagai tantangan keluarga saat ini, mulai dari perubahan pola komunikasi akibat digitalisasi, pengasuhan yang belum sepenuhnya setara, persoalan stunting, hingga perlindungan anak.

Karena itu, Harganas 2026 diharapkan menjadi momentum untuk kembali menempatkan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

 

Yustiyanto juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas sumber daya manusia untuk mengoptimalkan bonus demografi Indonesia.

Menurutnya, terdapat tiga pilar penting yang harus diperkuat, yakni pembangunan keluarga, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Ketiganya harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama seorang anak mendapatkan pendidikan, kasih sayang, perlindungan, sekaligus pembentukan karakter.

“Kalau kita ingin membangun sumber daya manusia yang berkualitas, maka pembangunan keluarga harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.

 

Yustiyanto kemudian merangkum empat tujuan utama peringatan Harganas ke-33 dengan tema “Ayah Wajib Hadir.”

Pertama, mendorong kehadiran ayah secara fisik dan psikologis. Ayah tidak sekadar menjadi pencari nafkah, tetapi ikut membangun ikatan emosional, memberikan pendidikan, serta membentuk karakter anak.

Kedua, memperkuat ketahanan keluarga. Keluarga harus menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai persoalan sosial seperti kenakalan remaja, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba.

Ketiga, mewujudkan keluarga berkualitas melalui penguatan delapan fungsi keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan lingkungan.

Keempat, menjadikan keluarga sebagai pondasi generasi penerus, sehingga rumah menjadi tempat pertama yang aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

 

Menutup sambutannya, Yustiyanto Bantilan mengajak seluruh masyarakat mengubah cara pandang terhadap keluarga.

Menurutnya, keluarga tidak boleh hanya dilihat sebagai unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat. Sebaliknya, keluarga merupakan titik awal dari berbagai keberhasilan pembangunan.

“Mari kita ubah paradigma kita tentang keluarga. Keluarga bukanlah sekadar unit terkecil dalam masyarakat, tetapi keluarga adalah hulu dari semua kebijakan publik dan hulu dari semua kesuksesan pembangunan nasional,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa membangun Indonesia tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Pembangunan harus dimulai dari rumah, dari keluarga, dan dari bagaimana seorang ayah dan ibu hadir membentuk generasi penerus.

Peringatan Harganas ke-33 di Kabupaten Tolitoli pun bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik kemeriahan upacara dan berbagai perlombaan, terselip pesan besar: masa depan anak dan masa depan bangsa sangat ditentukan oleh seberapa kuat keluarga hadir dalam kehidupan mereka.

Dan melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, para ayah kembali diingatkan bahwa menjadi ayah bukan hanya soal mencari nafkah—tetapi juga tentang hadir, mendengar, mendampingi, melindungi, dan mencintai.***

  • Penulis: Team Redaksi
  • Editor: Redaksi TolisPrime.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jemi Yusuf Dorong AUTP, Petani Tolitoli Diminta Tak Hadapi Risiko Sendiri

    Jemi Yusuf Dorong AUTP, Petani Tolitoli Diminta Tak Hadapi Risiko Sendiri

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Cimok
    • 0Komentar

    TOLITOLI – TolisPrime.com Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, sekaligus Ketua Fraksi Golkar, mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang mengalokasikan anggaran untuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada Musim Tanam April–September (Asep) 2026. Menurut Jemi Yusuf, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi petani dari berbagai risiko yang dapat mengancam hasil produksi, […]

  • Setetes Darah, Sejuta Harapan: Demokrat Tolitoli Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-25

    Setetes Darah, Sejuta Harapan: Demokrat Tolitoli Gelar Donor Darah Sambut HUT ke-25

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Asran
    • 0Komentar

    TOLITOLI ,Tolisprime.com — Semangat kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan DPC Partai Demokrat Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang jatuh pada 9 September 2026, partai berlambang mercy itu menggelar bakti sosial donor darah untuk masyarakat umum, Jumat (14/8/2026). Mengusung semangat “Gerakan Langit Biru Indonesia Asri”, kegiatan tersebut menargetkan sedikitnya […]

  • Bupati Amran Hadiri Rakor KPK, Tolitoli Perkuat Komitmen Cegah Korupsi Pertanahan

    Bupati Amran Hadiri Rakor KPK, Tolitoli Perkuat Komitmen Cegah Korupsi Pertanahan

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Team Redaksi
    • 0Komentar

    PALU , Tolisprime.com – Pemerintah Kabupaten Tolitoli menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pertanahan yang bersih dan bebas korupsi. Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Korupsi pada Pelayanan Publik Bidang Pertanahan yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Agraria dan […]

  • Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai, Korea Selatan Langsung Kirim Sinyal Bahaya

    Piala Dunia 2026 Resmi Dimulai, Korea Selatan Langsung Kirim Sinyal Bahaya

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Tolis Prime
    • 0Komentar

    TOLISPRIME – Piala Dunia 2026 resmi bergulir dan langsung menghadirkan sejumlah cerita menarik sejak hari pertama pelaksanaan turnamen terbesar di dunia tersebut. Edisi kali ini menjadi sejarah baru bagi sepak bola internasional. Untuk pertama kalinya, Piala Dunia diikuti oleh 48 negara peserta dan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. […]

  • Semarak HUT RI ke-81, Golkar dan Percasi Tolitoli Gelar Lomba Catur, Bidik Prestasi Porprov X

    Semarak HUT RI ke-81, Golkar dan Percasi Tolitoli Gelar Lomba Catur, Bidik Prestasi Porprov X

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Team Redaksi
    • 0Komentar

    TOLITOLI,Tolisprime.com — Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tolitoli diwarnai dengan kegiatan olahraga. Partai Golkar bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Tolitoli menggelar Lomba Catur Tingkat Kabupaten Tolitoli, Minggu pagi (16/8/2026). Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah untuk […]

  • Patroli SAR Saat Hari Libur, Kompi 4 Batalyon A Pelopor Pantau Aktivitas Warga di Dermaga Tanjung Batu Tolitoli

    Patroli SAR Saat Hari Libur, Kompi 4 Batalyon A Pelopor Pantau Aktivitas Warga di Dermaga Tanjung Batu Tolitoli

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Team Redaksi
    • 0Komentar

    TOLITOLI, Tolisprime.com – Mengantisipasi potensi kecelakaan di kawasan perairan saat meningkatnya aktivitas masyarakat pada hari libur, personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Sulawesi Tengah melaksanakan patroli Search and Rescue (SAR) di Dermaga Tanjung Batu, Kelurahan Baru, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Minggu (02/08/2026). Patroli dilakukan dengan memantau kondisi sekitar dermaga sekaligus memperhatikan aktivitas masyarakat […]

expand_less