Cegah TPPO dan TPPM, Imigrasi Palu Gencar Sosialisasikan Layanan Keimigrasian ke Masyarakat
- account_circle Rizal
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PALU, Tolisprime.com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu menggelar kegiatan sosialisasi layanan keimigrasian serta pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Wisma Alfiry 2 kelurahan Nalu yang dihadiri Sekda Moh Asrul Bantilan Sos dan perwakilan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, Mahasiswa dan sejumlah perwakilan pelajar.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang prosedur keimigrasian yang benar dan bahaya menjadi korban perdagangan orang.
Dalam kesempatan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Moh Akmal SH dalam sambutannya mengatakan, modus TPPO dan TPPM kini semakin beragam dan menyasar masyarakat dengan iming-iming pekerjaan bergaji tinggi di luar negeri tanpa prosedur resmi.
“Banyak warga kita yang tergiur berangkat secara non-prosedural. Padahal itu pintu masuk utama menjadi korban TPPO dan TPPM. Melalui sosialisasi ini kami ingin masyarakat paham, urus paspor itu mudah, jangan percaya calo yang menawarkan jalan pintas,” tegasnya.
Sementara itu Bupati Tolitoli melalui Sekab Moh Asrul Bantilan S sos mengawali sambutanya memberi apresiasi terkait kegiatan yang di adakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu terkait pencegahan TPPO / TPPM yang terjadi di beberapa daerah.
” Sebagai pemerintah daerah , saya sangat berterimah kasih atas di selenggarakanya kegiatan ini di mana sangat penting untuk di pahami oleh masyarakat luas agar dalam beberapa dekade terjadi tindakan TPPO / TPPM di beberapa daerah untuk itu mari bersama melakukan pencegahan secara dini agar tidak terjadi hal tersebut ,” Jelasnya sembari menghimbau kepada peserta sosialisasi.
Pantauan media, Seusai membuka acara dan menyampaikan beberapa sesi sambutan tim Imigrasi kelas 1 Palu melakukan sosialisasi kepada audiens dimana tim dari Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Tikim) memaparkan sejumlah inovasi layanan, di antaranya:
1. Layanan Paspor: Kemudahan permohonan paspor baru dan penggantian melalui aplikasi M-Paspor, termasuk layanan Paspor Simpatik di akhir pekan.
2. Layanan Izin Tinggal: Prosedur perpanjangan izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA) yang sesuai aturan.
3. Layanan Eazy Passport: Layanan paspor kolektif jemput bola ke instansi, kampus, dan komunitas.Selain itu, materi khusus tentang pencegahan TPPO dan TPPM disampaikan oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim). Masyarakat diimbau untuk mengenali ciri-ciri perekrutan ilegal, seperti penahanan dokumen pribadi, keberangkatan tanpa visa kerja, dan tidak adanya Perjanjian Kerja yang jelas.
“Kami bersinergi dengan BP3MI, Disnaker, dan Kepolisian. Jika ada keluarga yang mendapat tawaran kerja ke luar negeri yang mencurigakan, segera lapor dan cek dulu ke Imigrasi atau Dinas Tenaga Kerja. Jangan berangkat sebelum semua dokumen legal,” tambahnya.
Petugas juga mengingatkan pentingnya peran keluarga untuk tidak mudah melepas anggota keluarga berangkat bekerja ke luar negeri tanpa memastikan legalitas agen penyalur.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan komitmen bersama untuk menjadi agen informasi dalam memerangi TPPO dan TPPM di lingkungan masing-masing.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, semakin sadar hukum keimigrasian dan terhindar dari jerat perdagangan orang dan penyelundupan manusia.
Hadir dalam acara Asisten 1 Moh Sikron SH Msi, Sekretaris Kesbangpol , Camat Lurah . Pelajar tokoh wanita pemuda dan tokoh masyarakat.***
- Penulis: Rizal
- Editor: Redaksi Tolis Prime





