PSI Sulteng Terus Hadir untuk Korban Gempa Sigi, Bantuan dan Harapan Menjangkau Lembantongoa
- account_circle Redaksi Tolis Prime
- calendar_month Senin, 22 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SIGI – Tolisprime.com Luka akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Sigi beberapa pekan lalu masih membekas di hati warga. Di Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, ribuan masyarakat masih berjuang bangkit dari keterpurukan setelah rumah dan harta benda mereka terdampak bencana.
Di tengah situasi tersebut, kepedulian terus mengalir. Melalui program PSI Peduli Gempa, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Sulawesi Tengah yang dipimpin Dr. Agus Lamakarate kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Sejak Sabtu (20/6/2026), tim relawan yang dikoordinasikan Muh. Masykur menembus Desa Lembantongoa yang berjarak sekitar 65 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sigi. Dengan satu unit truk pengangkut logistik dan lima kendaraan pendukung lainnya, rombongan membawa berbagai kebutuhan pokok untuk membantu masyarakat yang masih berada dalam masa pemulihan.
Kegiatan bertajuk “Aksi Nyata PSI Peduli” itu menjadi wujud komitmen PSI dalam membantu penanganan dampak gempa. Bantuan yang diserahkan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus membangkitkan semangat mereka untuk kembali menata kehidupan.
“Ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Desa Lembantongoa yang terdampak gempa. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat dan mendukung proses pemulihan,” ujar Agus Lamakarate.
Menurutnya, musibah yang terjadi bukanlah akhir dari segalanya. Justru dari bencana tersebut masyarakat diajak untuk memperkuat nilai persatuan dan gotong royong.
“Dari musibah ini kita belajar pentingnya kepedulian dan kebersamaan. Mari menjaga semangat gotong royong sebagai modal sosial untuk bangkit kembali,” katanya.
Agus menegaskan, kehadiran PSI di tengah para penyintas bukan sekadar membawa bantuan logistik. Lebih dari itu, pihaknya ingin menyampaikan empati dan memastikan harapan masyarakat tetap menyala.
Selain mendirikan posko kemanusiaan, PSI juga terlibat dalam pelayanan dapur umum dan kegiatan trauma healing bagi warga terdampak. Para relawan bahkan memilih tinggal di tenda-tenda pengungsian agar dapat merasakan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai pemberi bantuan, tetapi sebagai sahabat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Ini bukan soal politik, melainkan soal kemanusiaan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi nyata di tengah penderitaan rakyat,” tegasnya.
Di sela-sela pendistribusian bantuan, Bupati Sigi Moh. Rizal Intjenae turut mengunjungi Posko Peduli PSI. Usai bertemu warga, ia menyempatkan diri menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang telah berkontribusi membantu korban gempa.
“Terima kasih, PSI telah membantu masyarakat saya,” ucap Rizal sambil menyalami para relawan.
Dalam kunjungan tersebut, Agus Lamakarate juga menyambangi gereja dan sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan di Dusun V Desa Lembantongoa. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Dusun, Sarlota, dari sekitar 150 kepala keluarga yang tinggal di wilayah itu, sebanyak 19 rumah mengalami rusak berat dan delapan rumah lainnya rusak ringan.
Meski jejak kerusakan masih terlihat, bantuan yang terus berdatangan menjadi tanda bahwa masyarakat tidak berjuang sendirian. Di balik tenda-tenda pengungsian dan rumah-rumah yang roboh, harapan untuk bangkit perlahan terus tumbuh
- Penulis: Redaksi Tolis Prime







