Jemi Yusuf Dorong AUTP, Petani Tolitoli Diminta Tak Hadapi Risiko Sendiri
- account_circle Cimok
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOLITOLI – TolisPrime.com Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, sekaligus Ketua Fraksi Golkar, mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang mengalokasikan anggaran untuk program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada Musim Tanam April–September (Asep) 2026.
Menurut Jemi Yusuf, kebijakan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi petani dari berbagai risiko yang dapat mengancam hasil produksi, mulai dari bencana alam, serangan hama hingga gagal panen.
“Program AUTP adalah amanah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Karena itu, momentum alokasi anggaran ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian diketahui melakukan pergeseran anggaran dan menyiapkan pembiayaan AUTP untuk lahan sawah seluas 100 ribu hektare pada musim tanam Asep 2026. Kebijakan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas capaian swasembada beras nasional yang terus menunjukkan tren positif.
Jemi berharap Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli sebagai leading sector dapat bergerak cepat melakukan pendataan, sosialisasi, dan percepatan pengusulan peserta AUTP agar petani di daerah tidak kehilangan kesempatan memperoleh perlindungan dari program tersebut.
Menurutnya, asuransi pertanian bukan sekadar bantuan pemerintah, tetapi menjadi jaring pengaman bagi petani yang selama ini berada di garis depan menjaga ketahanan pangan nasional.
“Petani tidak boleh dibiarkan menanggung risiko sendirian. Saat cuaca tidak menentu dan ancaman gagal panen selalu ada, asuransi menjadi bentuk kepastian dan perlindungan yang sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan AUTP diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi petani dalam mengelola usaha taninya, sekaligus menjaga semangat produksi demi mempertahankan ketersediaan pangan daerah maupun nasional.
Bagi Jemi Yusuf, keberhasilan swasembada beras tidak hanya diukur dari tingginya produksi, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu melindungi petani sebagai pelaku utama di sektor pertanian. Dengan adanya AUTP, petani tidak hanya menanam harapan di sawah, tetapi juga memperoleh jaminan perlindungan ketika risiko datang menghampiri
- Penulis: Cimok
- Editor: Syahar






