Kontraktor Tegaskan Perbaikan Jalur Dua Buol Sesuai Spesifikasi
- account_circle Cimok
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BUOL – Tolisprime.com Polemik proyek perbaikan ruas Jalur Dua Kota Buol yang belakangan menjadi sorotan masyarakat mendapat tanggapan dari pihak pelaksana proyek. Menjawab berbagai kritik terkait metode pekerjaan dan kualitas material, kontraktor menegaskan seluruh proses perbaikan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang berlaku.
Pihak pelaksana menjelaskan, kerusakan pada ruas jalan tersebut tidak semata disebabkan oleh lapisan aspal, melainkan dipicu kondisi lapisan pondasi atas (LPA) eksisting yang telah lembab akibat buruknya sistem drainase di sepanjang ruas jalan.
“Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan air telah lama menggenang di saluran drainase di sisi kiri dan kanan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan air merembes ke badan jalan sehingga melemahkan lapisan pondasi,” ujar Oktaf pihak proyek, Sabtu (4/7/2026).
Menurut mereka, persoalan drainase semakin diperparah karena masih terdapat sejumlah titik yang belum memiliki saluran pembuangan akibat kendala izin pemanfaatan lahan milik warga. Selain itu, air hujan juga disebut meresap melalui median jalan yang memisahkan dua jalur sehingga mempercepat kerusakan struktur perkerasan.
Sebagai langkah penanganan, kontraktor melakukan penggalian lapisan pondasi yang lembab dengan ketebalan minimal 10 sentimeter. Material tersebut kemudian diganti menggunakan LPA baru yang dicampur semen dalam kondisi kering guna meningkatkan stabilitas pondasi sekaligus mengurangi rembesan air ke lapisan perkerasan.
Menanggapi tudingan penggunaan material yang dinilai tidak memenuhi standar, pihak proyek membantahnya. Mereka memastikan material yang digunakan berupa batu pecah yang telah melalui pengujian laboratorium berdasarkan Job Mix Design (JMD) dan Job Mix Formula (JMF), bukan material sirtu berlumpur sebagaimana isu yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Pihak pelaksana juga mengklarifikasi dugaan pengaspalan dilakukan saat hujan deras. Menurut mereka, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dokumentasi yang beredar dinilai tidak menunjukkan adanya hujan saat pekerjaan berlangsung. Bahkan, pihak proyek mempersilakan apabila terdapat bukti video yang menunjukkan sebaliknya.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, proses pemadatan dilakukan sebanyak delapan lintasan atau empat kali lintasan maju dan empat kali lintasan mundur hingga mencapai tingkat kepadatan yang dipersyaratkan.
Kontraktor menegaskan pekerjaan tidak dilakukan secara asal-asalan. Hingga saat ini, hasil perbaikan disebut masih mampu menahan beban lalu lintas kendaraan ringan maupun kendaraan berat yang melintasi Jalur Dua Buol.
Pihak penyedia juga menyatakan berkomitmen menghasilkan pekerjaan yang berkualitas dan siap melakukan perbaikan apabila ditemukan kerusakan pada lokasi pekerjaan selama masih menjadi tanggung jawab penyedia, tanpa adanya pembayaran tambahan, dengan tetap mengedepankan standar mutu yang telah ditetapkan.
Meski demikian, proyek perbaikan Jalur Dua Buol masih menjadi perhatian publik. Berbagai kritik dan masukan dari masyarakat diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama untuk meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah dan instansi teknis terkait juga diharapkan terus melakukan pengawasan agar seluruh tahapan pekerjaan benar-benar memenuhi standar mutu dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat
- Penulis: Cimok
- Editor: Redaksi Tolis Prime







