Jemi Yusuf Apresiasi Langkah Cepat Bupati Amran Hi. Yahya, Harapan Baru bagi Anak-Anak Suku Lauje di Pedalaman Tolitoli
- account_circle Team Redaksi
- calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOLITOLI, Tolisprime.com – Secercah harapan mulai menyinari masa depan anak-anak masyarakat adat Suku Lauje di Dusun KM 7 Takudan, Desa Malala, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli. Langkah cepat yang diambil Bupati Tolitoli, Amran Hi. Yahya, mendapat apresiasi dari anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Komisi A, Jemi Yusuf.
Jemi Yusuf menilai keputusan Bupati yang langsung menugaskan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk turun ke lapangan merupakan bukti nyata bahwa pemerintah hadir hingga ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendata sekaligus meninjau kondisi 26 anak usia sekolah yang tinggal di kawasan masyarakat adat Suku Lauje. Selain itu, pemerintah juga menugaskan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat memberikan layanan pendidikan secara langsung kepada anak-anak di dusun tersebut.
Tidak hanya fokus pada pendidikan, tim juga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga serta pendataan administrasi kependudukan sebagai bagian dari pelayanan dasar yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat adat.
Menurut Jemi Yusuf, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap hak-hak dasar setiap warga negara, tanpa memandang lokasi tempat tinggal.
“Kami mengapresiasi respons cepat Bupati Amran Hi. Yahya yang langsung menggerakkan seluruh perangkat daerah terkait. Ini adalah langkah nyata agar anak-anak masyarakat adat Suku Lauje memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Jemi Yusuf.
Ia berharap program ini tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi terus berlanjut secara berkesinambungan sehingga pendidikan, layanan kesehatan, dan administrasi kependudukan benar-benar dapat dirasakan masyarakat adat di wilayah terpencil.
“Semoga tidak ada lagi anak-anak masyarakat adat Suku Lauje yang putus sekolah hanya karena keterbatasan akses. Begitu pula pelayanan kesehatan harus mampu menjangkau seluruh wilayah 3T, yaitu daerah terluar, terjauh, dan tertinggal di Kabupaten Tolitoli,” tambahnya.
Langkah kolaboratif Pemerintah Kabupaten Tolitoli ini menjadi pesan bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan keadilan sosial melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Bagi masyarakat adat Suku Lauje di KM 7 Takudan, kehadiran pemerintah bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan awal dari harapan baru agar generasi mereka dapat tumbuh sehat, berpendidikan, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.***
- Penulis: Team Redaksi
- Editor: Redaksi Tolis Prime





