Duka di Panasakan: Seorang Ibu Pergi Setelah Mengantar Anaknya ke Sekolah, Tinggalkan Kisah yang Menyayat Hati
- account_circle Team Redaksi
- calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TOLITOLI , Tolisprime.com – Suasana duka menyelimuti warga Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, setelah seorang ibu berusia 49 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jalan Syarif Mansyur, tepatnya di kompleks Masjid An-Nur, Jumat (31/7) sekitar pukul 18.30 Wita.
Kapolsek Baolan Iptu Samir Muhammad mengungkapkan, korban yang bekerja sebagai tenaga P3K pertama kali ditemukan oleh keluarganya setelah seharian tidak dapat dihubungi.
“Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya setelah keluarga merasa khawatir karena yang bersangkutan tidak kunjung memberikan kabar,” ujar Iptu Samir.
Menurutnya, hari itu bermula seperti hari-hari biasa. Sekitar pukul 06.30 Wita, korban mengantar anaknya ke sekolah. Sebelum berpisah, ia sempat berpesan akan menjemput putrinya saat pulang sekolah, sebagaimana rutinitas yang selalu dilakukannya.
Namun hingga bel pulang sekolah berbunyi sekitar pukul 14.40 Wita, sosok sang ibu tak kunjung datang. Putrinya akhirnya memutuskan pulang sendiri. Sesampainya di rumah, ia mendapati seluruh pintu dan jendela dalam keadaan terkunci.
Rasa cemas semakin memuncak. Sang anak kemudian mencari ibunya ke rumah keluarga yang berada tidak jauh dari lokasi, tetapi hasilnya nihil. Menjelang petang, ia meminta bantuan pamannya dan seorang kerabat untuk memeriksa rumah.
Setelah membuka paksa jendela kamar, mereka menemukan korban sudah meninggal dunia di dalam rumah. Suasana seketika berubah menjadi kepanikan dan tangis keluarga pecah di lokasi. Keluarga kemudian menghubungi kerabat lainnya dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Baolan.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Baolan bersama Tim Inafis Polres Tolitoli segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan identifikasi. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Mokopido Tolitoli untuk menjalani pemeriksaan visum.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan bekas jeratan pada leher korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan tidak mengajukan keberatan, sehingga jenazah diserahkan kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.
Di balik peristiwa yang menyisakan duka mendalam ini, sejumlah rekan kerja mengungkapkan bahwa almarhumah beberapa kali pernah mencurahkan isi hatinya mengenai beratnya beban kehidupan yang sedang dihadapi. Mereka tidak menyangka keluh kesah yang pernah disampaikan berakhir dengan kepergian yang begitu memilukan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tidak semua luka terlihat oleh mata. Di balik senyum seseorang, bisa saja tersimpan pergulatan hidup yang tidak pernah diketahui orang lain. Kepedulian, perhatian, serta kesediaan untuk mendengarkan tanpa menghakimi dapat menjadi arti yang sangat besar bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi tekanan hidup.***
- Penulis: Team Redaksi


